1. Apa Daisy itu
  2. Daisy di Mitra Netra
  3. DFA-Indonesia
  4. Alat produksi & Pemutar
  5. Manual
  6. Peta Situs
  7. Beranda

A. Sejarah Talking Book di Mitra Netra

1996
Mitra Netra mulai memproduksi buku bicara platform analog (kaset) menggunakan kaset bekas yang direkam dengan tape recorder sederhana oleh relawan. Tunanetra yang mengikuti pendidikan terpadu di sekolah reguler di Jakarta dan sekitarnya mulai bisa memanfaatkan buku bicara dalam bentuk kaset sebagai media belajar.
1998
Dark and Light Blind Care (DLBC) melalui CBM membantu Mitra Netra membuat satu studio rekaman knock-down sederhana berukuran 2 m x 3 m untuk merekam buku bicara analog (kaset). Pada tahun yang sama, Mitra Netra diundang mengikuti pelatihan “Support of Independent Living for Visually Disabled Persons” yang diselenggarakan JSRPD di Jepang, dan pertama kali diperkenalkan dengan teknologi buku digital yang dapat digunakan oleh tunanetra.
1999
Mitra Netra diberi kesempatan mengikuti IFLA seminar di Malaysia ketika mengikuti acara pelatihan Braille Production yang diselenggarakan oleh Japan Braille Library. Dalam Konferensi tersebut Mitra Netra memperoleh lisensi DAISY Production Tools Sigtuna 2.
2000
DLBC (kali ini langsung tanpa melalui CBM), kembali membantu Mitra Netra memproduksi buku bicara analog (kaset). Buku bicara yang diproduksi selain dimanfaatkan tunanetra di Jakarta juga didistribusikan ke perpustakaan khusus untuk tunanetra di daerah-daerah. Hingga sekarang, DLBC menjadi kontributor utama bagi produksi dan distribusi buku bicara ke kurang lebih dua puluh perpustakaan khusus untuk tunanetra di berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
2000
Mitra Netra berkesempatan mengikuti pelatihan memproduksi DAISY DTB menggunakan Sigtuna DAR 2 di Vietnam yang diselenggarakan FORCE Foundation.
2001
Mitra Netra kembali mengikuti pelatihan produksi DAISY DTB di Singapore atas permintaan Independent Society of the Blind Singapore, kali ini tentang production tool Sigtuna DAR 3 dan Lp Studio Pro dan langsung dilatih oleh international trainer dari DAISY Consortium.
2002
Mitra Netra mulai melakukan percobaan aplikasi teknologi DAISY, dan berhasil memproduksi tiga judul DAISY DTB TOC Only. dan dua judul Syncronize text
2003
Hibiki No Kai (Echo Society) menghibahkan 1 unit Victor Reader Vibe dan 1 unit Scholar Digital Talking Book Player. Kontribusi ini sangat strategis bagi upaya percobaan lebih lanjut aplikasi teknologi DAISY DTB di Mitra Netra. Pada periode ini, Hibiki No Kai juga mulai membiayai keanggotaan Mitra Netra sebagai Associate Member DAISY Consortium.
2004
Mitra Netra memperoleh Daisy Consortium Developing Country Small Grant dari DAISY Consortium. Small grant tersebut memungkinkan Mitra Netra melakukan (1) pengembangan satu unit Digital Studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan, (2) pelatihan staf pembaca dalam hal teknologi perekaman DAISY DTB, (3) produksi skala kecil buku-buku referensi tebal untuk mahasiswa tunanetra dalam bentuk DAISY DTB TOC Only, serta (4) transfer buku bicara analog yang tersedia menjadi DAISY DTB. Dalam periode ini Mitra Netra berhasil memproduksi 11 master DAISY DTB TOC Only dan memperbanyaknya menjadi 110 kopi CD untuk dimanfaatkan tunanetra di Jakarta dan sekitarnya.
2005
Mitra Netra kembali memperoleh Daisy Consortium Developing Country Small Grant. Melalui small grant ini Mitra Netra melakukan investasi peralatan berupa Plextalk Portable Recorder PTR1, dan kembali melakukan pelatihan staf pembaca serta melanjutkan produksi skala kecil. Dalam periode ini Mitra Netra berhasil memproduksi 11 master DAISY DTB TOC Only dan memperbanyaknya menjadi 120 kopi CD.
Juli 2005
Mitra Netra kembali mengikuti pelatihan tentang produksi DAISY DTB menggunakan Sigtuna DAR 3 dan MyStudio PC di Bangkok yang diselenggarakan APCD.
Agustus 2005
Mitra Netra mulai merancang skema transisi bertahap dari platform analog ke digital pada keseluruhan alur produksi buku bicara. Direncanakan pada tahun 2006, Mitra Netra sudah mulai memproduksi DAISY DTB dengan skala yang lebih besar guna didistribusikan ke perpustakaan khusus untuk tunanetra di daerah-daerah yang telah siap menyelenggarakan layanan perpustakaan buku bicara digital untuk tunanetra, di samping tetap memproduksi buku bicara analog untuk perpustakaan lainnya yang belum siap.
Januari 2006
Sebagai bagian dari persiapan transisi dari platform analog ke digital, Mitra Netra mengirimkan seorang staf pembaca DAISY DTB mengikuti pelatihan yang diselenggarakan APCD Sigtuna DAR 3, MyStudio PC, CSS dan Introduction to XHTML
Januari 2006
Melalui kontribusi DLBC, skema transisi bertahap produksi buku bicara dari platform analog ke digital di Mitra Netra yang telah disusun mulai diimplementasikan. Investasi diarahkan pada pengadaan alat perekam digital (komputer, CD recorder) di 3 studio yang telah ada, komputer untuk structure editor, pemasangan jaringan antarkomputer di studio, dan pelatihan para staf pembaca.
April 2006
Mitra Netra bekerjasama dengan Daisy For All (DFA) Project menyelenggarakan seminar DAISY for All, pada 20 April 2006 di Gedung Departemen KOMINFO. Seminar bertujuan untuk mengampanyekan disain multimedia yang aksesibel guna mewujudkan akses informasi untuk semua. Pada hari berikutnya, Mitra Netra memfasilitasi pertemuan antara pihak DFA Project dengan sembilan organisasi ketunanetraan dari seluruh Indonesia di kantor Mitra Netra. Dalam pertemuan tersebut, peserta sepakat membentuk jaringan “DFA-Indonesia” sebagai wahana tukar menukar informasi terkait aplikasi teknologi DAISY di lembaga dan daerahnya masing-masing. Peserta juga sepakat menunjuk Mitra Netra sebagai focal point DFA Indonesia. Pada pertemuan tersebut pihak DFA Project mengutarakan komitmennya untuk melakukan capacity building terhadap pesrta DFA Indonesia dalam bentuk pelatihan produksi DAISY DTB, serta pengadaan alat produksi dan pemutar DAISY DTB.
Mei 2006
Sebagai focal point DFA Indonesia, Mitra Netra diberi kesempatan untuk mengikuti International Trainers’ Training for Potential Trainer of DAISY Production/Playback Tools di Bangkok yang diselenggarakan DFA Project. Pelatihan didisain sebagai advanced-training dalam hal DAISY DTB Production serta sebagai persiapan menjadi international trainers DFA.
Desember 2006
DFA focal point training tentang DAISY DTB Production diselenggarakan pada 6 – 10 Desember di TMII Jakarta. Pelatihan diikuti oleh perwakilan enam organisasi anggota jaringan DFA-Indonesia yang telah berkomitmen untuk memproduksi DAISY DTB di lembaga dan daerahnya masing-masing. Selain menghadirkan international trainer dari DFA Project, Mitra Netra juga terlibat penuh sebagai instruktur dalam pelatihan tersebut.
Februari 2007
ON-NET (Overbrook-Nippon Network on Educational Technology) membantu Mitra Netra dengan menghibahkan software production/playback tool komersial dari American Printing House, yaitu Studio Recorder dan Book Wizard Reader.